Archive

Archive for the ‘kehidupan’ Category

Obrolan Anak Lelaki dan Ayahnya

Hubungan antara anak lelaki dan ayahnya tidak jarang seperti hubungan antara dua bocah lelaki, hanya saja yang satunya punya trik dan pengalaman lebih banyak. Kadar keisengan antara keduanya tak jauh beda, hal-hal yang diminatinya juga mirip-mirip saja, misalnya seputar mainan.

Baru saja saya ngobrol panjang dengan anak lanang saya. Bermula dari soal kerennya Lego Bionicle, berlanjut dengan soal Kungfu Panda 3 dan cerita dia soal pertemanan di sekolahnya, dan diakhiri dengan doa Bapa Kami bersama #eh ūüôā

Sebelum tidur dia bilang, “Asyik ya ngobrol kayak gini sama Papi..”

Saya juga bilang, “Memang asyik..”

Dia bilang, “Tapi kalo besok kayaknya Papi gak bisa, kan Papi kerja..” (belakangan ini memang saya punya pekerjaan yang harus dikerjakan sampai malam)

Dia lanjutkan, “Mungkin bisa lagi minggu depan.” (maksudnya Sabtu – Minggu depan)

Saya jawab, “Ok!”

Obrolan seperti tadi memang bukan kejadian satu-satunya. Juga bukan kejadian yang jarang terjadi. Tapi komentar dia soal asyik itu memang baru sekali ini terucap. Dan itu menyentuh hati saya #eh

Kita akan ngobrol banyak lagi anakku. Masih ada banyak hal yang kita bisa obrolkan bersama. Soal mainan, soal buku (kalo ini sih kesukaan Papi ya..), soal keisengan-keisengan yang mungkin bisa kita lakukan bersama (dan mungkin bikin Mami ngomel-ngomel, hehehe), dan banyaaaaak soal lain, termasuk soal cewek (suatu hari nanti ya…).

Sekarang tidurlah dahulu, keasyikan sehari di sekolah sudah menantimu esok hari.

Categories: anak, kehidupan, keluarga Tags: ,

Kisah Sepeda Motor

odometer

Kemarin odometer sepeda motor yang saya gunakan hampir balik ke angka awal 000000 (malamnya akhirnya tembus sih). 

Saya tidak tahu seberapa banyak atau sering hal ini terjadi pada sepeda motor yang digunakan orang lain. Tapi bagi saya, ini baru pertama kalinya.

Sepeda motor itu buatan/rakitan tahun 1993. Mulai saya gunakan ketika menjelang kuliah tahun 1997 (jadi ketahuan kalo sudah tua ya, hehehe). Ayah saya membelinya dari pemilik pertamanya, mantan Ketua RT tempat dulu kami tinggal. Jadi, andaikan sepeda motor itu anak yang lahir tahun 1993, sekarang mungkin ia sudah lulus kuliah.

Sudah sejak beberapa tahun yang lalu, setiap kali saya membawanya untuk service rutin saya mendapati sepeda motor itu kendaraan tertua di bengkel service.

Banyak peristiwa yang saya alami bersama sepeda motor itu. Perjalanan kos-kampus, perjalanan Solo-Yogya berulang kali dilakoni bersamanya. Bertahun-tahun membonceng pacar (yang lalu jadi istri), yang kemudian juga memboncengkan anak, semua bersama sepeda motor itu. Perjuangan saya mencari rejeki, juga banyak dibantu oleh sepeda motor itu, bahkan hingga saat ini.

Sepeda motor itu adalah salah satu modal awal penting dari orang tua saya untuk membantu saya menjalani hidup dewasa saya.

Semoga ia tetap setia menemani saya dalam tahun-tahun mendatang.

Categories: kehidupan Tags: ,

Apakah kita semakin tidak sabaran?

Sir Alex Ferguson, mengawali kiprahnya di Manchester United dengan kekalahan 0-2. Jadi manajer sejak 1986, tapi baru juara pada musim 1992-1993. Bagi para manajer zaman sekarang, itu kesempatan yang amat langka. Para “analis” akan mendapatkan mangsa empuknya pada si sosok manajer yang tak “berprestasi” dalam rentang waktu selama itu, pada klub yang sebesar itu (MU sudah pernah menjuarai berbagai kompetisi pada tahun-tahun sebelumnya, meski tak semengkilap pada era SAF).

9 Agustus 1965, dalam keadaan serba tak siap, Singapura berpisah dengan Malaysia. Lee Kuan Yew, yang hingga saat itu amat meyakini persatuan dengan Malaysia adalah jalan terbaik bagi masa depan Singapura, amat terpukul. Dikisahkan ia menyepi hingga enam minggu sebelum melakukan langkah apapun. Sungguh tak terbayangkan kondisi semacam itu terjadi di zaman sekarang. Demo pasti sudah terjadi di mana-mana. “Ada di mana pemerintah?”, mungkin begitu kira-kira isi demonya.

SAF dan LKY jelas bukan sosok yang sempurna, namun pada akhirnya ada banyak prestasi yang mereka catatkan dalam sejarah. Catatan prestasi istimewa itu tak mungkin terwujud tanpa “kesabaran” orang-orang di sekitarnya. “Kesabaran” untuk menunggu, sekaligus “memberikan toleransi” pada sisi-sisi negatif diri mereka.

Mungkin ada yang mengira tulisan ini untuk mengomentari keriuhan politik Indonesia akhir-akhir ini. Silakan saja.

Tapi ada banyak hal lain yang mungkin bisa ikut kita cermati juga.

Di hari-hari ini, orang bisa memutuskan hal besar hanya karena satu atau dua hal kecil. Memutuskan hubungan dengan pasangan hanya karena satu dua perselisihan. Marah besar pada anak hanya karena satu dua nilai ulangan yang kurang memuaskan. Memecat karyawan hanya karena satu dua penilaian kinerja yang mungkin hanya sedikit di bawah standar. Bahkan, mencelakai atau membunuh orang hanya karena satu dua masalah yang amat sangat sepele.

Apakah sungguh kita semakin tidak sabaran?

Belajar soal adab dari Pak Majid

Dalam sebuah pertemuan koordinasi petugas loket pendaftaran dan kasir puskesmas yang dipimpin Pak Majid, kepala puskesmas, siang tadi, saya mencuri dengar pembicaraan yang menarik.

Ada banyak kasus di puskesmas, saat pelajar mendaftarkan diri ke loket pendaftaran puskesmas untuk memperoleh layanan kesehatan, mereka diminta oleh petugas loket untuk menunjukkan surat pengantar dari sekolah, untuk memastikan bahwa mereka adalah benar pelajar (sekalipun mereka ke puskesmas masih mengenakan seragam sekolah). Para petugas loket berdalih, ini agar tarif jasa kesehatan khusus pelajar tidak disalahgunakan.

Pak Majid menanggapinya dengan sangat menarik. Ini yang beliau katakan:
“Apakah kita sudah kalah beradab dengan kondektur bus kota? Pernahkah kondektur bus meminta surat pengantar dari sekolah pada para pelajar yang jadi penumpang bus? Bagaimana jika putra-putri bapak ibu yang masih bersekolah diminta surat seperti itu ketika mau naik bus?”

Pak Tarno

Ada seorang tukang langganan kami sekeluarga. Pak Tarno namanya. Berusia paruh baya, anaknya sudah mapan semua. Meski demikian, Pak Tarno menolak tinggal duduk diam di rumah menimang cucu. Pak Tarno selalu aktif bekerja memperbaiki rumah orang, sesuai pesanan. Tinggal di Solo, tapi tidak jarang kami minta ke Yogya jika ada yang perlu diperbaiki di rumah kami di Yogya.

Bermula dari kebutuhan kami untuk memperbaiki beberapa bagian rumah agar rapi dan tidak berbahaya bagi anak kami yang masih kecil, saya dikenalkan oleh Pak Tarno oleh mertua. Sudah beberapa waktu Pak Tarno jadi andalan perbaikan rumah di rumah mertua. Semenjak itu, setiap ada kebutuhan perbaikan rumah, mulai dari pintu yang rusak, kusen yang keropos, pemasangan keramik, hingga saluran air yang bermasalah, kami selalu menggunakan jasa Pak Tarno. Di mata kami, Pak Tarno tukang yang hebat. Hasil kerjanya rapi, penuh akal dalam menyelesaikan permasalahan yang ada, selalu berusaha menggunakan apapun yang ada agar biaya bahan optimal, bekerja tanpa banyak cakap.

Tiap kali kami undang ke Yogya, Pak Tarno naik kereta Prameks. Saya jemput dari dan antar ke stasiun. Pak Tarno tidak pernah mau punya handphone, namun Pak Tarno selalu datang pada jam yang sama, jadi saya sudah hafal jam berapa mesti menjemputnya di stasiun.

Anak kami selalu senang saat bertemu Pak Tarno. Pak Tarno dipanggilnya Eyang, “Yang” begitu panggil anak kami. Gerak gerik Pak Tarno saat bekerja tak jarang ditirunya. Pak Tarno selalu tersenyum melihat tingkah polah anak kami.

====================

Hari Kamis minggu yang lalu, Pak Tarno kami minta ke Yogya untuk mengatasi saluran air rumah kami yang bermasalah. Bekerja dari pagi hingga sore, hingga akhirnya saluran air kembali lancar. Sore itu, seperti biasanya Pak Tarno saya antar ke stasiun untuk pulang ke Solo. Di jalan, saat saya boncengkan naik motor, tidak seperti biasanya Pak Tarno menitipkan pesan pada saya agar mengabarkan pada menantunya untuk tidak menjemput ke stasiun (biasanya Pak Tarno diantar-jemput oleh menantunya di stasiun). “Soalnya kalo sore biasanya pada repot Mas. Nanti bilang saja saya mau naik ojek,” pesan Pak Tarno pada saya. Pesan saya kerjakan. Terus terang, saya dan mertua (yang mendengar ini dari saya) merasa agak heran. “Kok tumben,” kata mertua saya waktu itu.

Esoknya, hari Jumat, tepat seminggu yang lalu, pada sore hari istri saya menerima kabar dari ayahnya bahwa Pak Tarno jatuh dari ketinggian hingga tidak sadarkan diri. Informasi lanjutan terus disusulkan. Perkaranya amat sepele. Pak Tarno jatuh dari pohon matoa karena dahannya patah. Dan jatuhnya kepala duluan. Dokter di Rumah Sakit memutuskan untuk mengoperasi. Operasi dilangsungkan, namun Pak Tarno masih belum juga siuman. Ada gerakan-gerakan kecil pada tangan dan kakinya. Ada air mata yang mengalir ketika istri, anak, cucunya berbicara padanya.

Sore ini, istri saya mendapat kabar bahwa Pak Tarno meninggal dunia.

Terimakasih Pak Tarno, untuk semua bantuan dan kebaikan yang telah diberikan pada kami sekeluarga. Hasil karyamu akan terukir abadi di sudut-sudut rumah kecil kami dan juga di hati kami. Selamat jalan.

Categories: kehidupan

Andrew Young

Pada suatu tengah malam, setelah iseng-iseng mencoba berbagai saluran siaran TV, saya tertarik pada tayangan Oprah Winfrey Show. Kebetulan saat itu seorang yang bernama Andrew Young menjadi bintang tamunya. Sebelum menonton acara Oprah tersebut, saya belum pernah mendengar dan tahu siapa itu Andrew Young. Ternyata kisah Andrew Young yang disampaikan dalam OWS ini menarik perhatian saya.

Sebagai informasi awal, Andrew Young adalah mantan pembantu/ajudan utama dalam tim kampanye John Edwards, saat John Edwards maju berkampanye sebagai bakal calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat pada tahun 2008 yang lalu. John Edwards sendiri, sebelum maju dalam pencalonan presiden AS, adalah seorang senator dari Partai Demokrat.

Lalu apa yang menarik bagi saya?

Andrew Young adalah seorang teman lama John Edwards, mereka sudah berteman selama hampir sekitar 10 tahun, dan ia sangat mendukung ide-ide besar John Edwards untuk Amerika. Itu sebabnya ia mendukung dan bahkan terlibat sebagai staf penting dalam tim kampanye John Edwards. Pada bulan Oktober 2007, di tengah sengitnya persaingan antar kandidat Partai Demokrat – John Edwards, Barack Obama, dan Hillary Clinton, sebuah surat kabar memberitakan kabar tentang dugaan perselingkuhan John Edwards dengan Rielle Hunter, dan Rielle Hunter dikabarkan tengah mengandung anak dari hubungan mereka. Sebagai kandidat kuat pada proses pencalonan internal Partai Demokrat (menjelang akhir tahun 2007 John Edwards bersaing ketat pada posisi 1 dan 2, dengan Barack Obama), tentunya pemberitaan ini berpotensi merugikan John Edwards.

Menurut apa yang disampaikan oleh Andrew Young dalam OWS (ya, tulisan ini didasarkan pada cerita Andrew Young, yang tentu bisa dipandang sebagai kisah subyektif), pada titik itulah John Edwards meminta bantuannya, sebagai teman baik, agar tampil mengaku bahwa Andrew Young-lah ayah dari bayi yang tengah dikandung Rielle Hunter. John Edwards menjanjikan pada Andrew Young bahwa ini hanya untuk sementara, sebagai upaya penyelamatan kampanyenya dan (ini yang lebih ditekankan John Edwards) untuk melindungi istrinya yang tengah menderita kanker payudara (dan diperkirakan tidak akan lama bertahan hidup) dari pemberitaan negatif. John Edwards menjanjikan akan mengaku pada publik apa sebenarnya yang terjadi pada suatu saat nanti. Andrew Young hanya memiliki waktu sekitar 12 jam (saya lupa mengapa 12 jam) untuk memutuskan sesuatu atas permintaan bantuan ini. Ia bercerita pada istrinya tentang hal ini. Sedari awal Andrew Young cenderung bersedia membantu John Edwards, di samping demi kebaikan Elizabeth Edwards (istri John Edwards), juga agar ide-ide besar John Edwards untuk Amerika dapat terus diperjuangkan (dengan harapan John Edwards berhasil menjadi presiden Amerika). Entah bagaimana, istri Andrew Young akhirnya setuju. Maka tampillah Andrew Young ke publik, mengaku bahwa ialah ayah dari bayi yang tengah dikandung Rielle Hunter.

Tentu saja, pengakuan Andrew Young tersebut bukannya tanpa efek apa-apa terhadap diri dan keluarganya. Ia menanggung segala penghinaan dan aib yang ditimpakan kepadanya. Ia bahkan dijauhi oleh sesama rekannya dalam tim kampanye John Edwards. Dan semua itu demi John Edwards serta istrinya. Elizabeth Edwards, yang tidak mengetahui soal kesepakatan tersebut, tentu juga berpandangan dan berkomentar negatif pada Andrew Young, seseorang yang dianggapnya adalah teman baik suaminya. Andrew Young dan keluarganya hidup berpindah-pindah di rumah sewaan, bersama Rielle Hunter (dan bayinya). Sebuah kehidupan yang jauh dari nyaman tentunya, untuk tidak menyebutnya bagai hidup di neraka.

Titik balik dalam diri Andrew Young mulai muncul ketika ia melihat bahwa setelah pengakuan itu, semakin lama John Edwards tampak semakin menjauhi dirinya. Ditambah lagi kenyataan bahwa John Edwards sepertinya tidak menaruh perhatian pada Rielle Hunter dan bayinya. Hingga akhirnya Andrew Young mulai membuka kisah sebenarnya ke publik, dan pada Februari 2010 ia menerbitkan sebuah buku yang menceritakan secara detail kisah ini.

Selama saya mengikuti tayangan itu, saya tak henti-hentinya merasa heran, mengapa Andrew Young (dan istrinya) bisa bersedia berkorban sejauh itu? Terlebih dalam wawancara di OWS, Andrew Young menjelaskan bahwa sedari awal ia tahu ini adalah hal yang salah dan akan sangat merugikan diri dan keluarganya. Namun ia selalu menekankan bahwa ini ia tempuh demi Elizabeth Edwards dan ide-ide besar John Edwards untuk Amerika. Menanggapi pernyataan ini, sebuah pertanyaan menohok dilontarkan Oprah, “apakah seorang yang telah berbuat sesuatu yang salah, dan kemudian meminta sahabatnya berkorban untuknya, untuk menutupinya, masih layak menjabat sebagai presiden Amerika, dengan ide-ide besarnya?” Tak ada jawaban jelas dari Andrew Young soal ini.

Banyak pemikiran yang berkelebat di benak saya selepas mengikuti tayangan itu. Apakah dunia politik memang sekotor itu? Mengutamakan pencitraan diri di atas segalanya, bahkan di atas kebenaran, dengan mengatasnamakan ide-ide besar dan mulia yang sedang diusung? Tidak jarang saya melihat atau setidaknya mendengar seseorang mengorbankan nilai-nilai dan kebenaran yang diyakininya demi lancarnya karir yang sedang ditempuh, namun saya tidak menduga ada yang bersedia mengorbankan sebegitu banyak nilai hidup. Saya naif? Mungkin. Tapi kisah ini mengantar saya untuk bertanya juga pada diri saya sendiri, adakah nilai-nilai yang sedang saya korbankan demi kegiatan-kegiatan saya saat ini? Kisah ini juga mungkin akan mendorong kita untuk lebih kritis pada tokoh-tokoh publik, yaitu mereka yang memiliki tekanan lebih besar untuk menampilkan citra yang benar-benar baik, tanpa cela. Tanpa niat melakukan generalisasi, kenyataannya apa yang tampak baik, bisa jadi sebenarnya tidak demikian.

Menarik pula jika kita mencoba berolah pikir. Apa yang akan kita lakukan jika kita menjadi John Edwards, yang menghadapi ancaman kehancuran karir politik? Apa yang akan kita lakukan jika kita menjadi Andrew Young, yang setelah bertahun-tahun berjuang mendukung seseorang dengan ide-ide yang ia yakini benar dan baik untuk bangsanya mendapati orang tersebut melakukan hal yang sebenarnya tercela? Bagaimana pula jika kita menjadi istri Andrew Young, atau Elizabeth Edwards? Bagaimana jika Anda menjadi masyarakat biasa, pendukung John Edwards? Apa yang akan Anda katakan atau lakukan?

Semoga tulisan ini bermanfaat.

Catatan: Tulisan ini dibuat dengan dasar pernyataan-pernyataan Andrew Young dan istrinya dalam tayangan Oprah Winfrey Show dan beberapa artikel Wikipedia. Penulis sudah berupaya secermat mungkin mencantumkan fakta yang terkait. Jika ada kesalahan tulis atau kutip dalam penyampaian fakta, silakan sampaikan koreksi Anda.

Twit @celmathea tentang #hujanabu

Twit @celmathea tentang #hujanabu, semoga bermanfaat…

================================

saat #hujanabu datang, don’t panic-stay calm, tetaplah berada di dalam ruangan. jika berada di luar ruangan carilah tempat berlindung

pakailah masker, saputangan, slayer, atau apapun untuk menutup hidung dan mulut Anda #hujanabu

jangan memakali contactlens karena dapat memicu corneal abrasion #hujanabu

Jika ada abu dlm (genangan) air, biarkan mengendap. Air yg terkontaminasi abu akn terasa tdk enak & beresiko thd kesehatan #hujanabu

untuk beberapa saat ke depan, harap CUCI BERSIH sayuran2 yg akan Anda konsumsi #hujanabu

Abu beda dgn debu. Abu tajam, b’struktur kristal d& menyebabkan pengelupasan permukaan apabila dibersihkan dgn cara diseka/disikat #hujanabu

Pada cuaca basah, abu lbh mudah dibersihkan (abu jatuh ke bawah). Hujan jg mempercepat proses tsb. #hujanabu

@ hyuuukkk mareee… kalo ga, bisa donlot di

Saat membersihkan abu, WAJIB memakai masker dan kacamata pelindung utk menghindari iritasi #hujanabu

Siram abu dgn SEDIKIT air, kmdn bersihkan abu dgn sekop. #hujanabu

utk membersihkan bag.atap, JANGAN terlalu byk menyiram air. krn dpt menyebabkan kelebihan beban dan kehancuran genting. #hujanabu

menyikat permukaan yg terkena abu tidaklah bijaksana krn dpt menghasilkan paparan yg sangat tinggi akan abu. #hujanabu

Hati2 pd saat membersihkan abu di bag. atap/tangga. abu (apalagi disiram air) bisa sangat licin. #hujanabu

segeralah bersihkan atap sblm abu terakumulasi lbh byk. lebih baik lg memakai harness (pakaian pelindung yg biasa dipakai joki). #hujanabu

Bersihkan abu (segera) di tempat2 yg penting : bangunan, mesin, kendaraan, tempat persediaan air, dan sistem limbah #hujanabu

Metode efektif utk mencegah kerusakan mesin dr paparan abu adl mematikan, menutup atau menyegel peralatan hingga abu dibersihkan #hujanabu

Talang air adl tempat yg PASTI tersumbat saat #hujanabu, segera bersihkan dengan sapu atau alat lain.

Masukkan abu yg telah dibersihkan dgn sekop ke dalam plastik. di Ind *setau sy* blm ada aturan resmi ttg pembuangan abu vulkanik #hujanabu

mencampur abu dr #hujanabu dgn sampah yg lain tidaklah bijaksana, krn dpt merusak mobil tkg sampah & mencemari TPA. #hujanabu

Sebaiknya bedakan pakaian indoor dan outdoor (sy tau ini tidak praktis, bs diakali dgn jaket/coat) #hujanabu

JANGAN membuang abu di halaman (tdk baik utk kesehatan) atau saluran air (merusak pipanya). #hujanabu

Jangan mengemudi apabila tdk urgent (FYI, hr ini sy UJIAN). abu dpt merusak mesin kendaraan. #hujanabu

Untuk membersihkan abu di dalam rumah, percikkan sedikit air, biarkan mengendap, kmdn gunakan vacuum cleaner #hujanabu

Benar kata @azvinl, setelah #hujanabu ini selesai, SEGERA service (service berat please) kendaraan Anda. jgn lupa dicuci jg.

Di negara2 maju, ternyata sudah ada standar masker khusus untuk #hujanabu Utk kita sementara memakai surgical masker saja.

ini adalah artikel resmi IVHNN (International Volcanic Health Hazard Network) utk standar MASKER http://bit.ly/azrUmc #hujanabu

utk keterangan2 lebih lanjut mengenai silakan klik

================================

Update:

http://twitter.com/#!/celmatheautk keterangan2 lebih lanjut mengenai silakan klik