Home > lain-lain > Guinness Book of Records

Guinness Book of Records

Usaha untuk mencatat hal-hal yang “ter-” atau “paling…” yang ada di dunia ini banyak dilakukan. Di Indonesia kita mengenal adanya MURI (Museum Rekor Indonesia). Tapi sebetulnya, jauh sebelum Jaya Suprana – sang kelirumolog itu – memulai MURI, Sir Hugh Beaver sudah mulai menggagas pencatatan rekor semacam itu.

Pada tahun 1951, Sir Hugh Beaver yang saat itu menjabat sebagai managing director di Guinness Brewery – perusahaan produsen bir Guinness, terlibat dalam sebuah perdebatan soal burung buruan liar manakah yang tercepat. Dia kemudian menyadari bahwa ada banyak pertanyaan semacam itu, tapi tak pernah terjawab tuntas, karena tidak ada semacam buku yang mencatat hal-hal yang berkaitan dengan rekor secara mendetail. Akhirnya, pada tahun 1955, Guinness Book of Records edisi pertama diterbitkan oleh Guinness World Records Ltd (yang didirikan dan dimiliki oleh Guinness Brewery), dan pada akhir tahun langsung menjadi buku bestseller di Inggris. Buku yang semula hanya dirancang untuk media promosi yang dibagikan gratis, pada akhirnya malah menjadi buku yang sangat laku dijual. Edisi-edisi berikut dari Guinness Book of Records terus menyusul. Biasanya terbit tiap tahun, pada bulan Oktober.

Jenis-jenis rekor yang dicatat bervariasi, mulai dari soal tubuh manusia, alam, teknologi, media dan seni, hingga tentang olahraga. Sekedar menyebut beberapa contoh:

  • kuku jari tangan terpanjang di dunia
  • orang termuda yang sudah mengunjungi semua negara di dunia
  • sungai terpendek
  • jumlah es krim terbanyak yang dimakan dalam 30 detik

Guinness – yang adalah salah satu produsen bir terkemuka di dunia, yang pada tahun ini berulang tahun ke 250 – ternyata memiliki sumbangsih nyata di bidang sosial budaya. Manusia selalu ingin tahu banyak hal yang “ter-” atau “paling …”. Dan Guinness dapat dikatakan sukses dalam menjawab salah satu keingintahuan manusia ini. Adalah menarik juga untuk melihat bahwa sebuah perusahaan dapat dibawa untuk memberikan karya nyata, di luar bidang usahanya sekalipun.

Walau sejak tahun 2001, Guinness World Records Ltd telah beralih kepemilikan, nama Guinness selalu lekat dengan berbagai rekor dunia. Peran Guinness dalam memperkaya dunia sosial budaya tidak dapat diingkari lagi.

  1. 14/07/2009 at 14:53

    nah klau orang naik motor tanpa helem
    pasti akan terhirup debu, debu nempel didalam hidung pasti jadi upil yang item..
    masukin deh kedalam daftar ter……
    upil terbesar gitu kali he he he

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: