Archive

Archive for the ‘Indonesia’ Category

Catatan kecil seputar GCOS (Global Conference on Open Source), 26-27 Oktober 2009 (bag 3)

Pada hari kedua GCOS, saya dan Mas Jojok hadir pada Workshop 141, yang memasang tema “FOSS for Health”. Mas Jojok mendapat bagian untuk ikut berbicara pada sesi kedua, dimana ia diminta untuk menceritakan pengalamannya berkeliling dan mengimplementasikan Simpus ke banyak puskesmas. Dari pengamatan saya, pembicara yang ada sebagian berasal dari kalangan akademis, hanya ada satu yang berasal dari kalangan birokrat (Pak Untung dari Pusdatin Depkes), dan satu yang lain lagi dari kalangan freelancer, Mas Jojok sendiri. Oh ya, terlewat satu, ada Mas Yudhi Yuswaldi yang datang dari RS Pertamina Jaya, yang telah mengimplementasikan sebuah HIS di sana.

Read more…

Sekeping nasionalisme dalam bulutangkis

Saya baru saja pulang dari nonton film King. Dengan segala kekurangannya – yang tidak akan saya bahas di sini – bagi saya film ini menarik. Film ini mengingatkan saya pada masa ketika dunia bulutangkis Indonesia berjaya di panggung dunia. Ketika itu, tiap kali ada pertandingan bulutangkis yang disiarkan di televisi, jalanan selalu sepi, semua mata terarah pada televisi, entah televisi di rumah sendiri, atau di kantor kecamatan, atau di tempat lain. Saat pendekar bulutangkis kita meraih poin, semua bersorak. Saat lawan gantian memperoleh poin, semua kecewa. Ketika posisi poin pemain kita sedang kritis, semua berdoa. Ya, saya yakin seluruh bangsa ini berdoa, demi kemenangan jagoannya. Belum lagi kalau penyiar legendaris, Sambas, menyerukan, memanjatkan doa. Saat pemain kita menang, seluruh rakyat bersorak. Betapa hebat, bulutangkis mampu menyatukan semangat seluruh bangsa!

Tapi tidak hanya itu. Bulutangkis juga menggerakkan ekonomi sebagian masyarakat. Saya tahu persis, karena ayah saya termasuk pengusaha kecil bola bulutangkis (kok). Beliau adalah generasi ketiga dari usaha kecil keluarga itu. Tiap kali Indonesia memenangkan Piala Thomas atau Uber, atau keduanya, dapat dipastikan, pesanan kok bakal meningkat pesat. Stok di rumah kami dalam waktu singkat, ludes. Semua tukang yang bekerja di rumah kami, pemasok bulu, pemasok kulit, pemasok gabus, semua yang terlibat dalam proses produksi kok, ikut merasakan berkahnya.

Bulutangkis mampu menyatukan semangat bangsa, bulutangkis juga mampu ikut menggerakkan roda ekonomi bangsa. Nah, sekarang soal pengabdian dan pengorbanan. Sampai sekarang, saya masih kagum dengan para atlet kita waktu itu. Hadiah dari kejuaraan waktu itu belum begitu besar, setidaknya masih jauh dibandingkan sekarang. Malahan, jumlah kejuaraan yang digelar dan mungkin untuk diikuti dan dimenangkan, juga tidak sebanyak sekarang. Mengapa mereka mau terus berjuang di dunia bulutangkis? Tentu ada banyak alasan pribadi yang mungkin, namun salah satunya, menurut saya, tergambar di akhir film King: terdengarnya Indonesia Raya di berbagai pojok dunia. Mendengarnya di film saja, film fiksi pula, membuat saya merinding. Apalagi bila mendengarnya sambil berdiri di podium, ikut merasakan banyak pemirsa televisi yang menyaksikannya ikut menyanyi dan berbangga pula. Sungguh suatu kebahagiaan tersendiri. Imbalan yang layak atas pengabdian tanpa pamrih: kejayaan bangsa di berbagai pentas dunia.

Andaikan saja, semua dari kita, rakyat beserta segenap aparat pemerintah, memiliki semangat mengabdi, rasa nasionalisme yang sama.. Indonesia sungguh akan menjadi bangsa yang besar.

Good News from Indonesia

Orang sering bilang, “Bad news are good news”. Tidak heran apa yang sering kita baca, lihat, dan dengar dari media tidak sedikit yang merupakan bad news. Bagi saya sendiri,bad news seringkali memang menarik untuk didengar, karena darinya saya merasa bisa belajar sesuatu, tahu bahwa ada sesuatu yang harus diperbaiki. Tapi, good news bagi saya lebih menarik lagi untuk didengar, darinya saya mendapat inspirasi untuk berbuat hal positif juga.

Kemarin malam, seorang teman bercerita soal sebuah blog yang berisi soal good news. Blognya bernama “Good News from Indonesia“. Saya berkunjung ke sana, dan mendapati banyak hal menarik dan positif soal Indonesia. Blog itu bercerita soal PT. Dirgantara Indonesia (tahu nama itu kan?) yang menerima pesanan pesawat dari beberapa negara; juga soal J.Co Donuts, perusahaan milik anak bangsa yang mampu berekspansi ke negara tetangga dengan bermodalkan donat; dokter termuda dari UGM tak lupa diliput juga.

Membaca blog tersebut, saya teringat dengan jurnalisme positif (istilah saya sendiri) lainnya. Kick Andy salah satu contohnya. Acara TV itu banyak menceritakan hal2 positif soal perjuangan manusia mengatasi tantangan hidupnya, ide2 dan inovasi2 anak muda Indonesia, dan banyak hal lainnya.

Saya rasa adalah baik bila kita bisa mulai bercerita lebih banyak lagi soal hal2 positif yang telah dicapai sesama warga bangsa. Berita positif akan menginspirasi pembacanya untuk tidak hanya sekedar membaca lagi, namun juga membuat berita positif lainnya.

Updated: baru saja menemukan situs Berita Baik dari Indonesia

Categories: Indonesia, kehidupan Tags: ,