Home > layanan publik > Mengurus Perpanjangan SIM Secara Online

Mengurus Perpanjangan SIM Secara Online

SIM saya sudah mendekati akhir masa berlakunya. Sudah sejak awal tahun ini saya menyimak pengalaman beberapa teman mengurus perpanjangan SIM secara online. Saya tertarik untuk mencobanya.

Mulai awal bulan ini saya mengumpulkan informasi mengenai prosedurnya. Ada 3 aplikasi yang harus digunakan:

  1. eppsi.id
    Ini merupakan aplikasi berbasis web, namun hanya bisa digunakan melalui browser mobile, tidak bisa diakses menggunakan browser laptop/PC.
    Ini adalah aplikasi untuk mengerjakan test psikologi. Dalam pengalaman saya kemarin, saya perlu waktu sekitar 20 menit untuk menyelesaikannya.

    Ada 2 macam soal:
  • Tes kepribadian
    Ada 100 soal yang harus dikerjakan. Tiap soal menyajikan 2 hal yang hampir sama yang dibandingkan. Pilihan jawabannya: STS, TS, ATS, S, SS (sangat tidak setuju, tidak setuju, agak tidak setuju, setuju, sangat setuju). Tiap soal ada batasan waktu sekitar 10 detik untuk dijawab.
  • Tes ketelitian
    Ada 10 set soal untuk dikerjakan, tiap setnya berisi 70 baris (jika saya tidak salah ingat) angka. Tugas kita adalah mencari angka yang tidak ada dalam tiap barisnya. Tiap set soal ada batasan waktunya juga.

    Oh ya, sebelum tes dimulai, kita perlu membayar terlebih dahulu. Biaya tes Rp 37.500,-, dibayar secara online.
  1. erikkes.id
    Sama seperti eppsi.id di atas, ini adalah aplikasi berbasis web, hanya bisa digunakan dengan browser mobile, tidak bisa dengan browser laptop/PC.

    Ada beberapa pertanyaan terkait kesehatan dan gaya hidup yang harus dijawab di sini. Tes kesehatan dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik yang bersifat tatap muka. Kita dapat menjadwalkan waktu dan lokasi pemeriksaan fisik sesuai pilihan yang tersedia. Setelah jadwal dan lokasi dipilih, kita akan mendapat QR code. Tunjukkan QR code saat datang ke lokasi pemeriksaan. Pemeriksaan fisik hanya perlu waktu sekitar 5 menit saja. Biayanya Rp 35.000,- dibayar tunai di lokasi.

  2. Digital Korlantas Polri
    Ini adalah aplikasi mobile.
    Dalam beberapa bahan bacaan yang saya dapati, penyebutannya macam-macam. Ada yang menyebutnya sebagai “Aplikasi Korlantas”, “Korlantas”, “Aplikasi SINAR”, dsb. Ini memang agak membingungkan. Namun jika dicari di Google Playstore (saya pakai Android), namanya adalah “Digital Korlantas Polri”.

    Aplikasi ini digunakan untuk mengajukan permohonan perpanjangan SIM. Beberapa hal yang harus disiapkan:
  • pas foto dengan latar belakang biru (dengan ukuran 480×640 pixel)
  • foto SIM lama
  • foto KTP
  • foto tandatangan di atas kertas putih
  • tes kesehatan
  • tes psikologi

    Saat mulai menggunakan aplikasi ini, kita diminta melakukan verifikasi identitas dengan mengetikkan NIK dan melakukan selfie. Data SIM (lama) kita juga harus diisikan terlebih dahulu.

    Setelah semua siap, bisa mulai mengisi form permohonan perpanjangan SIM. Pengisian form ini bersifat one-go, artinya sekali jalan sampai selesai pengajuannya, jika ada syarat yang kurang proses akan dihentikan dan harus diulang lagi.

    Tes kesehatan dan psikologi bisa dikerjakan terlebih dahulu dalam waktu terpisah. Menurut saya lebih mudah demikian. Nanti hasilnya akan langsung muncul di form ini (datanya akan terhubung langsung karena NIKnya sama – manfaat single identification number).

Dalam pengalaman saya kemarin, ada beberapa kendala yang saya hadapi dalam proses permohonan perpanjangan SIM.

  1. Memunculkan hasil tes kesehatan dan psikologi

    Dalam kondisi normal, hasil tes kesehatan dan psikologi akan langsung muncul di dalam form permohonan perpanjangan SIM. Namun di jam kerja, seringkali hasil tes kesehatan dan psikologi tidak langsung muncul. Form bagian ini bisa dimuat ulang (refresh), tapi harus menunggu 5 menit untuk tiap kali pemuatan ulang. Mungkin akan lebih mudah bila kita melakukan pengisian form di luar jam aktivitas normal (pagi sekali atau malam).

  2. Pemilihan SATPAS (Satuan Penyelenggara Administrasi)

    Dalam pengisian form, kita diminta memilih SATPAS tempat SIM kita akan diproses dan dikirimkan ke alamat kita. Idealnya yang dipilih adalah SATPAS di wilayah domisili kita.
    Namun saya tidak menemukan SATPAS yang berada di wilayah domisili saya. Yang muncul adalah SATPAS yang berada di provinsi sebelah. Karena bingung, saya mencoba bertanya via WhatsApp (ada linknya di website digitalkorlantas.id). Meski dalam jam kerja, baru sekitar 2 jam kemudian pesan saya ditanggapi, mungkin karena banyak pesan yang harus mereka tanggapi. Tapi setelahnya komunikasi via WhatsApp lancar. Penjelasan atas masalah SATPAS tadi adalah, SATPAS di wilayah domisili saya sedang overload, sehingga tidak dimunculkan dalam daftar. Admin menyarankan untuk memilih SATPAS lain yang terdekat. Toh nanti SIM dapat dikirim. Resikonya ya ongkirnya sedikit lebih mahal. Akhirnya saya memilih SATPAS Kebumen. Selain yang terdekat di antara pilihan yang ada, harapan saya juga antrian proses SIM di sana tidak banyak.

  3. Pemilihan kodepos

    Pengisian kodepos ini diperlukan untuk menginformasikan alamat tujuan pengiriman SIM. Kolom kodepos bisa diisi dengan diketik. Saya mengetikkan kodepos alamat saya. Setelah semua kolom dalam form diisi, muncul pesan error yang menyatakan isian belum lengkap. Saya sampai ulang keseluruhan prosesnya hingga 3 kali (dari mengupload file-file foto sampai mengisikan data), tapi tetap muncul pesan error yang sama.
    Beberapa jam setelahnya baru saya ulang lagi, dan saya baru mendapati bahwa ternyata kodepos itu bukan diisikan tapi dipilih meski kita bisa mengetik di situ. Kebetulan juga entah bagaimana pilihan kodepos yang ada menampilkan kodepos daerah saya dengan angka yang keliru dari seharusnya. Itu sebabnya ketika saya mengisikan angka kodepos yang benar, sistem menganggap kolom kodepos belum diisi dengan benar. Akhirnya saya “mengalah”, memilih angka kodepos yang keliru, karena ya hanya bisa memilih di antara yang ada. Barulah form dianggap lengkap dan permohonan perpanjangan SIM saya dapat diproses.

Jika semua berlangsung normal tanpa kendala, seluruh proses hanya memakan waktu tidak lebih dari 30 menit (di luar waktu untuk mengerjakan tes kesehatan dan psikologi, juga waktu untuk melakukan pemeriksaan fisik). Sebuah terobosan yang menarik sebenarnya.

Dari pengalaman saya ini, ada beberapa harapan saya. Yang pertama agar antarmuka (interface) aplikasi diperbaiki. Kendala terkait pemilihan SATPAS tidak perlu terjadi bila ada informasi yang jelas bahwa SATPAS tertentu tidak muncul karena overload. Kendala terkait kodepos juga tidak perlu terjadi bila kolom kodepos dibuat hanya bisa dipilih saja, tidak bisa mengetik. Yang kedua, akan lebih baik bila aplikasi tes kesehatan dan psikologi disatukan saja, tidak berdiri sendiri lengkap dengan akun yang terpisah (meski semua disatukan dengan NIK yang sama).

Oh ya, baru semalam proses pengisian form saya tuntaskan, pagi ini sudah menerima informasi SIM saya dalam proses pengemasan dan pengiriman. Semoga pengiriman lancar.

  1. Wuri Prasetyo
    22/09/2022 at 13:34

    George!

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: