Home > budaya > Jogja International Batik Biennale 2016

Jogja International Batik Biennale 2016

Tadi saya mengunjungi Jogja international Batik Biennale 2016. Di dalam arena pameran, selain terdapat kios-kios penjual berbagai produk batik, juga ada kios Balai Besar Kerajinan dan Batik yang menyediakan informasi tentang batik, bukan batik, dan penggunaan batik dalam siklus hidup manusia.

Jogja International Batik Biennale 2016

Jogja International Batik Biennale 2016

Istilah batik telah ditetapkan sebagai standar dalam SNI 0239:2014. Standar ini digunakan sebagai acuan untuk membedakan produk batik dan bukan batik. Dalam SNI 0239:2014 tersebut, batik dijelaskan sebagai kerajinan tangan sebagai hasil pewarnaan secara perintangan menggunakan malam (lilin batik) panas sebagai perintang warna dengan alat utama pelekat lilin batik berupa canting tulis, dan atau canting cap untuk membentuk motif tertentu yang memiliki makna.

SNI 0239:2014

SNI 0239:2014

Tersaji penjelasan yang memadai untuk membantu pengunjung belajar membedakan mana batik tulis, mana batik cap, dan mana yang bukan batik. Ada beberapa rangka pajang kain, di mana pada masing-masing rangka digantung tiga helai kain. Pengunjung “ditantang” untuk mampu membedakan mana batik tulis, mana batik cap, dan mana kain bukan batik namun bermotif batik.

Dari hasil “berlatih”, menurut saya secara umum kain bukan batik memiliki motif yang terlalu rapi dan teratur. Pola motif batik pada kain bukan batik terulang dengan terlalu sempurna, garis batas antar pola tergambar tajam dan rapi. Beberapa di antara kain bukan batik juga hanya memiliki motif batik di satu sisinya (tidak tembus), meski ada kain bukan batik yang motifnya tembus (ada di dua sisi). Selain itu, umumnya kain bukan batik tidak memiliki bau malam batik, meski ada pula produsen kain bukan batik yang berupaya memberikan bau malam batik pada kain produksinyašŸ™‚

Selain mengajak pengunjung berlatih membedakan batik dengan bukan batik, penyelenggara juga menyediakan informasi tentang penggunaan batik dalam siklus hidup manusia. Ada motif-motif batik dengan makna simbolis tertentu yang digunakan untuk kejadian-kejadian tertentu dalam hidup manusia. Misalnya untuk acara siraman sebelum pernikahan, digunakan batik bermotif wahyu tumurun, cakar, grompol; pada saat kematian, batik motif kawung polos atau slobok digunakan sebagai penutup jenazah. Kain-kain batik dipajang dengan dikelompokkan berdasarkan penggunaannya. Variasi motif batik Yogya dan Solo juga disandingkan.

Slobog Solo dan Slobog Yogyakarta

Slobog Solo dan Slobog Yogyakarta

Dalam arena acara tadi, juga dipamerkan hasil karya batik dengan motif atau gambar non tradisional, beberapa di antaranya hasil karya seniman asing.

East Caryatids by Tatyana Agababayeva

East Caryatids by Tatyana Agababayeva

Kunjungan yang mengesankan bagi saya. Terimakasih bagi para penyelenggara.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: