Home > budaya > Jalan mengubah perilaku orang?

Jalan mengubah perilaku orang?

Bapak itu tampak seperti bapak baik-baik. Ia mengendarai mobil yang ditumpangi wanita yang mungkin adalah istrinya, juga beserta anak-anak kecil yang mungkin adalah anak-anaknya. Mungkin memang benar ia bapak yang baik bagi keluarganya. Tapi bagi saya, sesama pengguna jalan, jelas ia bukan pengguna jalan yang baik. Di tengah laju lambat antrian lampu merah, ia mengambil jalur berlawanan (jelas memotong garis lurus batas tengah jalan), lalu setelah mendahului beberapa mobil mendesakkan mobilnya kembali masuk jalur, pas di tempat mobil yang saya kendarai tengah mengantri lampu merah yang sama. Akhirnya saya beri jalan, semata hanya karena mobilnya lebih jelek ketimbang mobil yang tengah saya kendarai, rugi jika harus serempetan. “Menang elek” istilah istri saya.

Sudah barang tentu itu bukan kejadian pertama yang saya alami. Tapi saya tak henti-hentinya heran, betapa jalan raya dengan kepadatan dan kemacetannya berpotensi mengubah orang yang sebenarnya (mungkin) orang baik-baik, menjadi pengendara yang ganas dan beringas. Di posisi yang sebenarnya salahpun, masih pula berani marah.

Categories: budaya Tags: , ,
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: