Home > pekerjaan, simpus > Mendayagunakan sebuah server yang setahun lebih menganggur

Mendayagunakan sebuah server yang setahun lebih menganggur

Hari ini, bersama Mas Jojok, saya mengunjungi kantor Dinas Kesehatan di sebuah kabupaten. Kunjungan kami bertujuan untuk mencoba mendayagunakan sebuah server milik Dinas Kesehatan Kabupaten tersebut, yang telah menganggur selama lebih dari satu tahun.

Lebih dari setahun? Menganggur?

Ya, demikianlah kenyataannya. Saya tidak begitu paham detil cerita awal proyeknya, tapi secara garis besar, server tersebut disediakan bersamaan dengan dibangunnya beberapa puluh tower yang tersebar di tiap puskesmas pada kabupaten tersebut. Jaringan besar (dan mahal, sepertinya) tersebut dibangun, dengan harapan akan ada data kesehatan yang akan mengalir melaluinya. Entah mengapa aliran data kesehatan tersebut tak kunjung dilewatkan jaringan yang sudah siap. Belakangan malah jaringan tersebut (hanya) digunakan untuk mengakses internet. Mengakses internet untuk keperluan apa, saya sendiri tidak begitu paham.

Itu sekelumit latar belakang ceritanya. Sekarang soal petualangan kami hari ini.

Kami datang ke sana untuk menginstall Simkes (Sistem Informasi Manajemen Kesehatan – aggregator data Simpus, yang memang dirancang untuk diletakkan di Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota) di server yang lama menganggur tersebut. Server diletakkan dalam sebuah rak yang dilengkapi pendingin. Wow! Saya belum pernah melihat yang seperti ini, apalagi di sebuah kantor Dinas Kesehatan. Di dalam rak yang sama, selain server, terdapat pula mesin router Mikrotik (yang digunakan untuk mengatur jalur ke dunia luar, ke internet), perangkat UPS, dan sebuah monitor LCD. Ternyata monitor LCD itu tidak terhubung ke perangkat apapun, tergeletak menganggur di situ selama ini. Dengan bercanda, saya sempat berkomentar bahwa saya bersedia menampung monitor itu bila tidak digunakan di situ :)

Kami disodori secarik kertas berisi diagram jaringan yang telah digelar. Tapi di situ tidak dijelaskan IP servernya, juga tidak tersedia cara mengaksesnya, termasuk spesifikasi instalasinya juga. Dari traceroute terlihat bahwa akses internet tidak melalui si server, karena dari komputer client dalam jaringan, koneksi langsung menuju Mikrotik, dan setelah itu langsung menuju internet. Tidak mampir ke mana2 lagi dalam jaringan itu. Petugas dinkes mencoba menghubungkan kami dengan vendor yang dulu melakukan instalasi dan setting jaringan. Setelah melalui beberapa kali “ping pong” dan waktu tunggu lebih dari satu jam kemudian, akhirnya kami mendapat informasi IP server, OS server, user dan password yang dapat digunakan untuk mengaksesnya.

OS yang digunakan pada server adalah CentOS, OS yang asing buat saya. CentOS dijalankan secara virtual. Entah mengapa dibuat demikian, saya tidak tahu. Apache, MySQL, dan PHP telah terinstall. Tapi yang aneh, package PHP-MySQL belum terinstall. Dari beberapa referensi di internet, saya mendapati bahwa itu adalah salah satu keanehan CentOS. Package PHP-MySQL dengan mudah terinstall. Tak berapa lama kemudian, Simkes juga selesai terinstall. Simkes telah siap menerima kiriman data dari puskesmas.

Pertanyaan yang tersisa buat saya tetaplah: mengapa bisa terjadi yang seperti ini? Server menganggur. Jaringan menganggur, baru belakangan digunakan, itupun hanya untuk mengakses internet (yang sebetulnya cukup menggunakan modem usb yang belakangan ini makin murah, tidak perlu menggelar sekian puluh tower). Saya tidak tahu. Tapi bahwa kami (saya dan Mas Jojok) mendapat kesempatan untuk membantu mereka mendayagunakan server dan jaringan tersebut, adalah hal yang menggembirakan kami🙂

Categories: pekerjaan, simpus Tags: , ,
  1. 24/05/2010 at 20:19

    ssstttt… yang bayar2 gak usah ditulis… :p

  2. 24/05/2010 at 20:47

    Hehehe…

  3. 24/05/2010 at 21:57

    Gini… mencoba menjawab paragraph terakhir..

    ada satu acuan besar yang pernah berlaku di republik ini, yang disebut Master Plan SIKNAS. Beberapa poin memang menyebutkan akan dibangunnya jaringan online, dimana jaringan akan menghubungkan data-data kesehatan secara real time sampai pusat. Yang pernah terlaksana dari proyek pusat adalah Jaringan VPN pusat sampai propinsi/kabupaten/kota. Untuk urusan online sampai ke puskesmas diserahkan ke masing2 daerah. Proyek itu sudah masuk ke Program Deep Freeze, gak tau kapan akan ‘thawed’ lagi untuk kembali berjalan. asyik lho, bisa nelpon Dinas Kesehatan se Indonesia GRATISSSSSSS…

    itu yang menjadi latar belakang beberapa proyek sejenis di banyak daerah lain untuk menggelar jaringan online yang canggih. Harapan dan tujuan bagus, cuma belum tepat waktu, belum tepat strategi, belum tepat sasaran, dan belum tepat segalanya (kesimpulan, gak ada yang bener blas haha….).Cilakanya beberapa pihak melihat itu peluang untuk menggelontorkan anggaran yang agak sedikit berlebihan.

    Beruntung server yang kita garap masih bisa kita manfaatkan. di beberapa daerah yang lain malah benar2 sudah menjadi tower berkarat tanpa pernah ada data yang lewat…

    kapan2 ikut Tour d’ Tower SIK kalau mau…😛, melihat-lihat pemandangan indah itu hehe…

    sori, numpang blog mu untuk menumpahkan uneg2… hahahaha…

  4. 24/05/2010 at 22:04

    Ic. Persoalannya menurutku kemudian menjadi: bikin jalan dulu, atau bikin sistem yang bisa mengelola datanya dulu? Kondisi sekarang, terutama di daerah yang terlanjur bikin tower, kebanyakan jalannya siap (ya tower itu), tapi datanya belum mengalir, dengan beragam penyebab.

    Bikin jaringan besar untuk aliran data tentu baik. Cuma, harusnya tidak harus mahal, dan perlu sinkronisasi dengan kesiapan sistem pengelolaan data. Apakah betul begitu Mas? Maklum, ini yang nulis masih hijau dalam soal persimpusan🙂

    Uneg2 boleh mampir di sini, kan nanti bisa dibicarakan biar muncul solusi toh?🙂

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: