Home > IT, pekerjaan, simpus > Memandu perbaikan database Simpus secara remote, dengan operator awam

Memandu perbaikan database Simpus secara remote, dengan operator awam

Minggu lalu, terjadi masalah kegagalan proses restore data di salah satu puskesmas di kota Magelang. Puskesmas tersebut, Puskesmas Magelang Tengah, menggunakan Simpus Web. Akibat dari kegagalan proses restore data ini, data yang ada di dalam database tidak lagi utuh. Ada sebagian data yang tidak lengkap. Tentu saja karena kondisi ini Simpus Web tidak dapat berjalan sempurna. Penyebab kegagalan proses restore sudah diidentifikasi dan sudah dibuatkan patch perbaikannya.

Mengapa sampai terjadi masalah kegagalan restore adalah topik menarik, dan mungkin akan saya bahas pada posting lain. Yang ingin saya ceritakan saat ini adalah bagaimana saya secara remote via telepon memandu dr. Majid (Kapus Puskesmas Magelang Tengah) untuk memulihkan database yang rusak tersebut.

Pak Majid adalah pengguna komputer yang cukup cakap. Operasional dasar komputer dan aplikasinya, termasuk Simpus Web, beliau kuasai. Tapi untuk mengakses server, masuk ke database, menghapus dan memuat ulang data backup yang tersedia, beliau belum berpengalaman sama sekali. Saat terjadi masalah tersebut, saya belum dapat datang ke lokasi untuk membenahinya secara langsung. Saya bersedia memandu proses tersebut, dan kebetulan Pak Majid (setelah dibujuk2 sedikit, hehehe) bersedia juga saya pandu.

Yang perlu dilakukan sebetulnya relatif sederhana, bagi mereka yang paham tentunya, yaitu memeriksa backup mana yang terbaru, menghapus database yang rusak, memuat data backup yang terlengkap dan terbaru, dan mengubah beberapa kode PHP untuk menanggulangi masalah serupa di kemudian hari. Aplikasi bantu yang digunakan adalah, WinSCP, PuTTY, dan phpMyAdmin.

WinSCP & PuTTY

WinSCP & PuTTY

Bermodalkan program telepon murah dari salah satu penyedia jasa telepon seluler, saya memandu Pak Majid via handphone. Oh ya, penting untuk diketahui pula bahwa Simpus Web diinstall di server Ubuntu, Pak Majid mengaksesnya dari komputer dengan Windows XP. Pertama-tama, Pak Majid saya minta untuk masuk ke server dengan menggunakan PuTTY. Untungnya saya mengingat user dan password yang dapat digunakan. Pak Majid berhasil masuk ke server, kemudian saya minta masuk ke folder tempat data backup disimpan. Perintah yang perlu diketikkan oleh Pak Majid saya diktekan satu per satu, bila perlu huruf per huruf. Saya hanya membayangkan saja apa yang tampil di layar komputer Pak Majid. Yang perlu kami ketahui pertama kali adalah, yang mana file backup yang terbaru. Dengan mengetikkan perintah “ls“, akan tampil daftar file yang ada. Ketika saya minta Pak Majid mencari data tanggal file, Pak Majid bingung. Pikir punya pikir, saya meralat perintahnya menjadi “ls -al”, agar data tanggal file muncul. File backup terbarunya ketemu!

Langkah selanjutnya adalah menghapus database yang ada dengan bantuan phpMyAdmin (selanjutnya saya sebut PMA, biar singkat). PMA sudah terinstall, dan Pak Majid saya pandu mengaksesnya dengan browser. Ternyata user dan password yang saya ingat salah. Wah gawat, pikir saya, bagaimana cara mendapatkan user dan password yang benar? Akhirnya saya teringat bahwa di salah satu file konfigurasi aplikasi Simpus Web terdapat data itu. Pak Majid saya minta menggunakan WinSCP (diawali dengan mengatur setting untuk dapat masuk ke server) untuk melihat salah satu isi file konfigurasi Simpus Web. Data user dan passwordnya ketemu! Dengan data tersebut, masuklah Pak Majid ke PMA, untuk dapat memilih database yang rusak dan menghapusnya. Layar tampilan PMA cukup simpel, tidak susah memandu Pak Majid untuk mengeksekusi langkah ini.

Untuk memuat data backup yang tadi telah diidentifikasi, Pak Majid kembali saya minta masuk ke server dengan PuTTY. Dengan perintah “mysql -u blablabla…” Pak Majid tinggal mengisikan password untuk mengeksekusi proses restore data secara manual ini. Sempat terjadi kebingungan ketika Pak Majid berusaha memasukkan password, tapi tidak menjumpai indikator apapun di layar yang menunjukkan bahwa password telah dimasukkan. Saya lupa memberitahu Pak Majid bahwa ketika password dimasukkan, memang tidak akan muncul indikator apapun. Kebingungan segera teratasi, data backup termuat.

Saat memandu Pak Majid untuk mengubah kode PHP, saya harus memastikan bahwa kode ditulis secara benar, dan ditulis pada tempat yang benar. Untuk memastikannya, saya minta Pak Majid untuk membacakan kode beberapa baris di atas dan beberapa baris di bawah tempat kode PHP tambahan ditempatkan. Sedikit repot, tapi cukup aman.

Akhirnya, setelah beberapa sesi panduan, Simpus Web dapat digunakan lagi untuk sementara. Setidaknya, input data dapat dilakukan dengan aman. Beberapa masalah yang masih tersisa, terkait dengan masalah restore data yang gagal, saya benahi beberapa hari kemudian saat saya pergi ke Magelang. Saat ini semuanya sudah berfungsi normal seperti sediakala.

Dari pengalaman ini, saya mendapatkan beberapa hal yang menarik:

  1. Dengan ketekunan, kekompakan, dan ketelitian, panduan secara remote mungkin dilakukan, termasuk dengan operator yang awam teknis, tapi cukup cakap mengoperasikan komputer.
  2. Pemandu harus dapat membayangkan secara utuh apa yang sedang dihadapi, baik dengan pengalaman sebelumnya yang ia miliki, juga dilengkapi dengan informasi yang detil dari operator.
  3. Ketersediaan akses internet pada kedua pihak amat membantu. Pada pengalaman kemarin, Pak Majid hanya memiliki akses internet di rumah, dan tidak di Puskesmas.
  4. Program telepon murah amat membantušŸ™‚

Buat Pak Majid, saya mengucapkan terimakasih untuk kesediaannya saya pandušŸ™‚ Jangan kapok ya Pak.

  1. mas yuda dan avail
    23/04/2010 at 20:21

    wah saya banget tuh
    kapan kapan mau dong dipandu utk mbenahin simpus web secara remote

  2. 23/04/2010 at 20:55

    Hahaha..
    Kalo bisa ya jangan ada problem lah…

  3. 23/04/2010 at 21:15

    Boleh nimbrung nih? Seharusnya di setiap instansi yang banyak mengelola data ada programer yang siap kapanpun ada masalah dengan databases.

  4. 23/04/2010 at 22:05

    Boleh sajašŸ™‚
    Idealnya memang begitu Pak Sam. Tapi sayangnya, kenyataannya tidak demikian. Tidak setiap daerah mampu menyediakan tenaga teknis yang siap membantu setiap saat.

    Bagaimana dengan pengalaman Bapak dengan MedBase2010? Monggo dishare Pak.

  5. 24/04/2010 at 11:36

    kwkwkwkwkwkwkwkwk…..ada harapan baru personel yang mau bantu nguprek simpus di kota magelang……mumpung saya belum bosen….

  6. 24/04/2010 at 15:25

    Hehehe…
    Tinggal Pak Majid dibujuk2 lagi to PakšŸ™‚

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: