Home > IT > Simpus, diakses dengan Puppy Linux

Simpus, diakses dengan Puppy Linux

Hari ini, saya dan Roy pergi ke Puskesmas Magelang Selatan dengan dua tujuan: mengupdate Simpus dan mencoba menginstall Linux untuk PC klien. Ubuntu 9.10 Karmic Koala (beta) yang selama ini terinstall tidak dapat memberikan tampilan lebih dari 800×600. Berbagai upaya utak atik sudah dilakukan, tapi tidak memberikan hasil. Demi menghindari frustasinya para staf puskesmas (karena 34 PC baru diserahkan dengan Ubuntu KK beta, dengan kendala tampilan yang seragam, seperti saya jelaskan tadi), saya mencoba memberikan solusi mudah dan ringan. Saya membawa Puppy Linux 4.2.1, Nusantara IGOS, dan DSL, untuk dicoba pada PC yang ada. Saya juga membawa Sabayon release lawas, sekedar untuk dicoba juga.

Instalasi dilakukan pada PC Acer (tidak mencatat serinya), dengan monitor LCD Acer X163W, yang kebetulan memiliki resolusi maksimal dengan angka yang agak ganjil: 1366×768. Pertama kali mencoba Puppy Linux (selanjutnya saya singkat PL) yang sudah saya siapkan di flashdisk bootable saya. PL berjalan lancar, resolusi yang digunakan 1280×1024, tampilan agak tidak proporsional, tapi semua fungsi berjalan. Ethernet card dikenali. Tampilan Simpus baik, secara sekilas, fungsi2 Simpus berjalan, termasuk peta persebaran penyakit dan laporan2 grafis.

Selanjutnya, sekalian mencoba pikir saya, saya mencoba booting dengan CD Sabayon dan CD Nusantara. Dengan Sabayon, tidak bisa masuk mode grafis (runlevel 5), entah mengapa. Tidak ada waktu untuk menyelidiki lebih jauh (dan itu bukan tujuan saya ke Magelang hari ini), saya segera tinggalkan dan melanjutkan menjajal Nusantara. CD Nusantara yang saya punya tidak memiliki mode LiveCD, jadi harus menginstall dulu. Baiklah, saya ikuti proses instalasi. Selesai instalasi, ternyata Nusantara juga tidak dapat memberikan tampilan apapun saat masuk mode grafis. Saya memutuskan langsung kembali ke PL saja.

PL yang ada di flashdisk saya install ke harddisk. PC yang ada memiliki kapasitas harddisk yang besar, bahkan berlebihan menurut saya (300GB), mengingat fungsi utamanya hanya untuk mengakses aplikasi berbasis web. Bahkan seandainya tanpa disertai harddiskpun tidak apa2, bisa langsung booting dengan flashdisk. Flashdisk berukuran 128MB juga sudah memadai, seperti yang saya gunakan tadi. Instalasi berjalan relatif lancar. Sedikit coba2 saat instalasi GRUB, tapi secara umum tidak ada hambatan. Setting jaringan juga mudah dan cepat. Berikut beberapa contoh tampilan Simpus dengan menggunakan browser SeaMonkey (browser ini memakai engine Mozilla):

Grafik Kunjungan per Diagnosis

Grafik Kunjungan per Diagnosis

Form Isian Rekam Medis

Form Isian Rekam Medis

Peta Persebaran Penyakit

Peta Persebaran Penyakit

Setelah 1 PC terinstall dengan baik, hal berikutnya yang perlu saya lakukan adalah memberikan pelatihan singkat cara instalasi PL pada Pak Deddy, staf Puskesmas Magelang Selatan, yang bantuan dan dukungannya untuk Simpus sudah tidak perlu dipertanyakan lagi (makasih Pak!). Langkah2 yang tadi telah saya lakukan dicatat oleh Pak Deddy. Master PL saya serahkan juga. Semoga langkah2 tadi cukup jelas, dan bisa diajarkan juga pada rekan2 dari puskesmas2 Magelang yang lain.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: