Home > IT, opensource > Catatan kecil seputar GCOS (Global Conference on Open Source), 26-27 Oktober 2009 (bag 1)

Catatan kecil seputar GCOS (Global Conference on Open Source), 26-27 Oktober 2009 (bag 1)

Saya mencoba menghindari penulisan catatan ini menjadi seperti catatan kronologis. Saya akan menuliskan hal-hal yang bagi saya menarik, dan mungkin bermanfaat bagi kita semua.

Pada hari pertama, saat sesi pembuka, Sunil Abraham Ayrookhuziel, seorang pembicara dari India, menyatakan bahwa Bangalore, yang dikenal sebagai Silicon Valley-nya India, telah menempuh jalan yang salah, yang tidak perlu Indonesia tiru. Mengapa salah? Bangalore secara khusus, dan India secara umum, hanya mencetak dan menyediakan tenaga operator software komputer, terutama untuk software berlisensi tertutup (seperti produk2 Microsoft). Akibatnya, India hanya memiliki “kuli-kuli” komputer. Bisa dibilang tidak ada SDM India yang berkreasi menghasilkan sesuatu. Sebagai pembanding, beliau menceritakan bahwa Estonia, sebuah negara yang jauh lebih kecil, telah menghasilkan SDM yang mampu menciptakan Skype, perangkat lunak VOIP.

Di India, mirip dengan Indonesia, sekolah-sekolahnya mengajarkan penggunaan software-software berbayar pada murid-muridnya. Mereka semua terbiasa menggunakan software-software tersebut, nantinya selepas sekolah, mereka akan terus menggunakan software-software itu. Pernahkah terbersit pertanyaan di benak kita, pernahkah kita menelepon Microsoft, untuk meminta bantuan mereka tentang cara penggunaan tertentu? Atau pernahkah kita menelepon (atau mungkin katakanlah, sekedar mengirim email) Adobe untuk meminta bantuan mereka bila kita mengalami kesulitan dengan Photoshop, misalnya? Sepertinya sebagian sangat besar dari kita (atau malah semua dari kita) tidak pernah melakukan itu. Mengapa? Ya karena sekolah-sekolah kita telah mengajarkan cara penggunaan software tersebut dengan sangat baik. Atau dengan kata lain, kita sendirilah yang telah memberikan dukungan pada perusahaan besar tersebut, dan bukan mereka yang memberikan dukungan kepada kita, selaku pengguna. Bila demikian halnya, mengapa kita tidak mencoba menggunakan software-software yang dapat diperoleh dengan cuma-cuma?

Kenyataan-kenyataan yang beliau sampaikan itu, adalah hal-hal yang kita jumpai setiap hari, dan kita, yang berkarya di dunia IT, pastilah sering melihatnya. Masalahnya, apakah kita menyadarinya, dan kemudian berusaha melakukan sesuatu untuk memperbaikinya? Salah satu hal yang patut disayangkan, saat beliau menyampaikan hal-hal ini, Menkominfo kita telah meninggalkan acara, seusai meresmikan pembukaan acara GCOS tersebut. Walau demikian, semoga isu-isu penting ini tetap sampai kepada beliau.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: