Home > buku > Ulasan singkat tentang Outliers

Ulasan singkat tentang Outliers

Outliers - Malcolm Gladwell

Baru 2 hari yang lalu saya menyelesaikan membaca buku Outliers, hasil pinjaman dari teman saya, Dindit. Apakah Outliers itu? Outlier dalam ilmu statistik bisa kita artikan sebagai pencilan (masih ingat istilah statistik yang satu ini?). Pencilan adalah data yang terletak di luar (terpisah dari) kumpulan data-data lainnya. Biasanya, dalam perhitungan statistik tertentu, data ini diabaikan. Dalam konteks buku ini, outliers dipahami sebagai orang-orang atau kejadian-kejadian yang istimewa, yang seperti halnya pencilan tadi, terletak di luar kumpulan data-data yang lain, sehingga orang-orang atau kejadian-kejadian ini tampak menonjol.

Kembali ke buku Outliers, menurut saya, buku itu menarik. Seperti biasanya, saya menganggap suatu buku menarik jika buku itu menawarkan sudut pandang yang berbeda dari yang biasa kita (atau setidaknya saya) gunakan. Buku karya Malcolm Gladwell (yang juga mengarang The Tipping Point dan Blink!) ini mengajak kita melihat bahwa penyebab terjadinya suatu hal, tidak melulu seperti yang kita duga selama ini. Dengan harapan agar penjelasan yang mungkin tidak jelas ini menjadi lebih mudah dipahami, saya akan cukilkan sebuah contoh dari buku tersebut.

Ketika kita melihat sekumpulan anak bertanding hoki di sebuah liga antar sekolah, kita biasa menganggap bahwa anak-anak itu tentulah yang paling berbakat dari antara anak-anak di sekolah mereka masing-masing. Namun, benarkah demikian? Apakah bakat atau kemampuan adalah satu-satunya parameter yang berpengaruh atas terpilihnya mereka masuk dalam tim sekolah mereka? Ternyata tidaklah demikian. Ada faktor lain yang jauh lebih dominan daripada itu, yaitu tanggal lahir. Buku ini tidak mengarahkan kita untuk membahas astrologi, tentu saja🙂 Buku ini hanya menunjukkan pada kita bahwa sebagian besar dari anak-anak yang bertanding itu lahir pada antara bulan Januari hingga Maret. Ketika diselidiki lebih jauh, ternyata pola yang sama dijumpai pula pada atlet-atlet hoki profesional. Ada apa dengan mereka yang lahir pada bulan Januari hingga Maret?

*Sebelum berlanjut lebih jauh, penting untuk diketahui bahwa di Kanada (dimana cerita ini terjadi), satu angkatan anak sekolah terdiri dari mereka yang lahir antara bulan Januari hingga Desember pada tahun yang sama. Ini sedikit berbeda dengan di Indonesia, dimana satu angkatan anak sekolah terdiri dari mereka yang lahir antara bulan Juli hingga Juni tahun berikutnya.

Pada anak-anak, perbedaan fisik antara mereka yang berselisih lahir 6 bulan atau lebih cenderung tampak jelas. Mereka yang lahir 6 bulan (atau lebih) lebih awal, tentu saja akan tampak lebih tinggi, lebih tegap, dan lebih kuat. Contoh ekstremnya, kita bisa bandingkan antara mereka yang lahir pada bulan Januari dan mereka yang lahir pada bulan Desember pada tahun yang sama. Tentu saja mereka yang lahir pada bulan Januari, hampir satu tahun lebih awal, akan tampak lebih tinggi, tegap, dan kuat. Ketika diadakan seleksi untuk tim hoki sekolah, tentu saja pelatih dan pemandu bakat akan melihat anak-anak yang lahir pada bulan-bulan awal (katakanlah, Januari sampai Maret) sebagai anak-anak yang lebih mampu dan siap secara fisik untuk disertakan dalam tim dan dilatih lebih keras. Keunggulan fisik, dan kemudian ditambah dengan keunggulan jumlah latihan yang diterima, semakin memperlebar jarak kemampuan antara mereka yang lahir pada bulan-bulan tersebut dengan rekan-rekannya yang lain. Tentu saja, ada anak-anak yang lahir pada bulan lain yang ikut masuk dalam tim yang sama, tapi jumlah mereka tidaklah banyak, meski sebetulnya, jika dibandingkan dengan anak yang benar-benar seusia, kemampuan dan bakat mereka bisa jadi lebih baik. Ini menunjukkan bahwa, untuk menjadi atlet hoki profesional yang hebat, bakat dan kemampuan saja tidaklah cukup. Kita juga perlu beruntung untuk lahir pada bulan tertentu.

Pola seperti ini juga terjadi pada banyak hal-hal lain. Buku ini memberikan beberapa contoh yang menarik, yang mampu mengajak kita untuk melihat suatu peristiwa dari sudut pandang yang benar-benar berbeda. Tahukah Anda, bahwa ada hubungan antara latar belakang budaya dan kewarganegaraan dengan tingkat kecelakaan pesawat? Tahukah Anda, bahwa ada hubungan antara keberhasilan beberapa orang di bidang teknologi informasi (Steve Jobs, Bill Gates, Steve Balmer) dengan tahun dan tempat lahir mereka? Tahukah Anda, mengapa orang Asia Timur (Cina, Jepang, dan Korea) cenderung berbakat dalam matematika?

Bagi saya, buku ini menunjukkan pada kita bahwa selain dengan bekerja keras, untuk berhasil juga diperlukan peluang dan momentum (yang mungkin ada di luar kendali dan kekuasaan kita) yang benar-benar tepat. Tersedianya peluang dan momentum saja, tanpa kerja keras kita untuk memanfaatkannya, juga tidak akan menghasilkan apa-apa.

Semoga ulasan singkat ini bermanfaat.

Categories: buku Tags: , , ,
  1. 09/04/2009 at 16:02

    duh, sepertinya saya harus membaca buku ini lekas-lekas😀

  2. 14/04/2009 at 22:14

    Sebaiknya begitu🙂

  3. 15/05/2010 at 20:12

    Wah, gladwell memang selalu membuat saya terkesan. Perspektifnya unik. Tapi sayang, saya baru baca Tipping Point doang. Nabung dulu deh…🙂

  4. 15/05/2010 at 20:24

    Nabung aja, buku yang lainnya layak beli kok🙂

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: